Kamis, 18 Desember 2014

Pulau Marongan dan Mitos Kera Tumbal


Bicara tentang dunia bahari Rembang memang tidak ada habisnya, Pantai yang sangat indah dan laut yang sangat kaya. Rembang memiliki 2 pulau yaitu Pulau Gede, dan Pulau Marongan, serta satu daratan karang dekat mercusuar yang saat air surut masyarakat Rembang menyebutnya Pulau karang yang secara ilmu Geografi itu tidak bisa disebut pulau.
Rembang mengenal tradisi lomban, yaitu tradisi naik perahu kecil bersama-sama ke pulau Marongan dan Pulau Gede, atau kalau lagi beruntung bisa ke daratan karang jika air surut. Tradisi ini biasanya berlangsung saat tujuh hari setelah Idul Fitri atau saat Tradisi Kupatan. Orang orang dari semua usia ramai ramai ke Pantai Kartini Rembang untuk berwisata naik perahu atau sekedar menikmati panorama indah pantai lengkap dengan dermaga kayu yang artistik. 
Namun tahukah kamu bawa Pulau Marongan adalah pulau yang menyimpan sejuta misteri dan di anggap sebagai pulau yang angker? Menurut mitos yang berkembang dikalangan masyarakat Rembang, konon Pulau Marongan adalah sebuah pulau yang digunakan sebagai tempat “pembuangan”. Walau jaman sudah semodern ini masyarakat Rembang sebagian percaya dahulu Pulau Marongan adalah pulau yang dihuni puluhan kera, bukan sembarang kera konon kera-kera itu adalah jelmaan dari saudara mereka yang dijadikan tumbal pesugihan. Dan saat tujuh hari setelah Idul Fitri mereka menjenguk saudara mereka (kera) dengan menaiki perahu sambil membawa makan untuk diberikan. Terdengar sangat khayal memang namun itu fakta yang berkembang di masyarakat Rembang. Bahkan di Pulau itu ada sebuah makam yang tak diketahui itu makan siapa dan banyak pula yang menaruh sesajen di sekitar makam tersebut.
Anda tak perlu takut untuk datang ke Pulau Marongan karena sesungguhnya Marongan adalah pulau mini yang sangat indah lengkap dengan rimbunnya pepohonan serta terumbu karang dan pantai yang bersih.