Rabu, 23 Mei 2012

Logo Kabupaten Rembang dan Lagu Rembang Bangkit


A.  Lambang Kabupaten Rembang dan Artinya

1.      Bentuk Perisai artinya ketahanan terhadap rongrongan dan serangan musuh 
2.      Padi dan Kapas menggambarkan kesuburan daerah,jumlah bulir padi 17 dan 8 kapas mencerminkan hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
3.      Gunungan Garam berwarna Putih menggambarkan ciri khas produk daerah
4.      Bunga Melati melambangkan wanita Indonesia dan ibu RA Kartini
5.      Bintang Berwarna Kuning bersudut Lima melambangkan ketaatan beragama dan keagungan Tuhan
6.      Langit berwarna Biru menggambarkan ketenangan,kedamaian dan kerukunan seluruh masyarakat
7.      Pepohonan berwana Hijau melambangkan wilayah hutan jati di Rembang
8.      Kapal Layar melambangkan jiwa bahari sebagian masyarakat Rembang sebagai warisan leluhur
9.      Bulatan berbentuk Lingkaran Putih menunjukan teriknya matahari dan indahnya bulan purnama yang menunjukan betapa tabah dan beraninya nelayan – nelayan dengan tanpa kenal bahaya berjuang siang dan malam mengarungi samudra.
10.  Laut berwarna Hitam Pekat melambangkan jiwa yang terang
11.  Dua Garis Putih membelah Laut mencerminkan dahsyatnya gelombang laut tiada putus – putusnya serta tidak mudah putus asa orang Rembang dalam bekerja.




 B. Lagu Rembang BANGKIT



REMBANG BANGKIT

Rembang BANGKIT 3x
Kanggo ngudi mrih majuning pembangunan
Cancut gumregut tali wanda makarya
Rembang BANGKIT 3x
werdhine
BAHAGIA
AMAN
Serta NYAMAN
GOTONG ROYONG
Kanthi KERJA KERAS
IMAN
TAQWA
Kapribaden kang utama kanthi 
Lelandasan Bebrayan gung Pancasila
Rembang BANGKIT 2x
BANGKIT
Bangun Praja

Selasa, 22 Mei 2012

Jangan Sebut Kami “Bento”



Realita uniknya bahasa orang Rembang
gedung DPRD Rembang
Setelah di tulisan sebelumnya saya membahas logat khas Rembang -em, -nem dan –leh. Kini saya akan menguak realita arti kata yang khas dari Kabupaten Rembang yaitu kata Bento. Bento dalam bahasa Jepang artinya nasi bekal untuk sarapan. Namun beda arti bagi kami orang Rembang.
            Iwan Fals pernah membuat lagu yang judulnya Bento tapi itu juga beda arti dengan Bentonya orang Rembang, dan Bentonya Orang Jepang, lagu Bento Iwan Fals ini menurut kabar adalah singakatan untuk menyindir salah satu penguasa negri kita saat itu karena memang iwan fals terkenal dengan lagu-lagu yang kritikan untuk pemerintah.
Hoka-Hoka Bento ahir-ahir ini menjadi kata yang cukup populer di Indonesia, apa sebenarnya arti hoka-hoka bento? Hoka-hoka artinya hangat maksudnya masakan hangat, sedangkan Bento adalah bekal, box lunch, nasi bungkus, nasi bekal, yang di bawa ke kantor atau sekolah namun itu bahasa Jepang beda jauh dong sama orang Rembang memaknai Bento itu bahkan maknanya akan lebih Ekstrem...wow!
Baiklah langsung saja....
Bento dalam bahasa sehari-hari di Rembang sering di tujukan pada hal-hal yang berbau ketidak warasan, perilaku yang dianggap tidak pantas, pemikiran yang bodoh, atau bahkan di ucapkan karena jengkel yang berlebihan. Nah sekarang jangan sekali-kali sembarangan mengucapkan kata Bento di Rembang..hehe ©priyatmaja.blogspot.com

           

Senin, 21 Mei 2012

Rembang Tempo Dulu


Yuk Melihat Rembang era-Tahun 1950-an

Melihat Rembang yang sekarang memang tidak lepas dari perkembangannya dari tahun ke tahun, perkembangan yang sangat pesat membuat bangunan-bangunan tua saksi zaman tergilas oleh komersialisasi ekonomi di bangun dan di bongkar dengan bangunan-bangunan modern yang lebih mewah.
            Kalau kita tau banyak tentang foto-foto kota Jakarta tempo dulu itu sudah biasa, melihat foto Semarang tempo dulu itu juga biasa, nah kali ini Saya akan menyajikan potret kota Rembang Tempo dulu sekitar tahun 1950-an sudah bisa di banyangkan seperti apa, ya sepi, damai sejuk, kereta api dengan loko tua melintasi kota, deretan orang mengendarai sepeda onthel, serta kederhanaan raut mereka yang tulus dan polos.
1.  Halte Kereta Api dekat pasar Rembang, wow ada pamflet Pancasila, maklum saat itu kan sedang ada partai dan paham komunis.



2. Terminal Bus Rembang, hem sederhana bgt, eh dokarnya ternyata masih sama seperti sekarang dengan roda dari kayunya


3. Pasar Rembang, asik juga naik sepeda onthel onto hehe

4. Suasana Rakyat Rembang mendukung Pepera, pada pake’ peci item maklun saat itu memang lagi trend dan menjadi salah satu style rapi busana laki-laki saat itu



5. Taman kartini, belakangnya itu gereja kuno yang sekarang menjadi perpustakaan daerah sempat roboh tahun 1999 dan direhab seperti aslinya tahun 2007

6. Ziarah bung Karno di Makam R.A kartini, hem spesial banget dapet kunjungan beliau



7. Terminal Sarang, eh ada mobil yang bentuknya seperti gambar di Produk “Moto Cap Mobil” hehe pasti bukan sembarang orang tuch yang punya, keren.

8.  Sekolah Guru Bantu Rembang (SGB) sekolahnya hanya satu tahun sudah jadi guru, tapi itu dulu


9. Stasiun Mantingan kab.Rembang, Stasiunnya masih sampai sekarang depan TPK Mantingan tapi kondisinya sangat memprihatinkan dah mau roboh.

Sekian semoga menambah wawasan anda tentang kota Rembang tercinta. Boleh Copy paste tapi harap cantumkan sumber blog ini ya karena tulisan & gambar blog juga hasil karya seseorang, Salam S.A Atmadja.  ©priyatmaja.blogspot.com

Senin, 14 Mei 2012

Ibu Endang Sang Pencipta Tari Kretek Kudus

Baju adat Kudus untuk tari kretek

Tari Kretek, Terinspirasi dari Buruh Pembuat Rokok Kretek  Kudus
Dia adalah Ibu Endang Tonny Supriyadi, sang pencipta tari kretek ini. “Sudah lama saya menciptakan Tari Kretek ini, sekitar tahun 1985”, ungkap ibu yang beralamatkan di Jl. Gazebo Raya Blok I Perum Muria Indah, Kudus. Menariknya proses menciptakan tari yang menjadi tarian khas Kabupaten Kudus ini, terjadi secara tidak sengaja. Kendati ia belajar tari di jurusan tari Akademi Seni Tari Indonesia Jogjakarta yang kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) sekaligus belajar di Padepokan Seni bagong Kusdiarjo.
“idenya justru dari Soeparjdo Rustam, yang waktu itu menjabat sebagai gubernur Jawa Tengah. Sewaktu melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Kretek sekitar tahun 1984. Dalam sambutannya beliau mengatakan tidak mau lagi disuguhi tari daerah lain untuk peresmian,melainkkan harus tari khas Kudus” terangnya.
Kasi kebudayaan Dwijo Surnono ditugaskan mempersiapkan penciptaan tari khas sebagaimana diharapkan oleh orang nomor satu di Jateng saat itu. “saya berterima kasih dipercaya membuat tarian ini” ungkap ibu empat anak ini.
Ibu Endang sebenarnya tidak hanya menciptakan tari kretek, tetapi ia juga menciptakan tarian lain seperti Tari tongtek, Tari Siskamling, Tari Gema Takbir, Tari Pesona nusantara, dan Tari Becak. Namun Tari Kreteklah yang membuat namanya dikenal di jajaran seniman tari di Nusantara.
Dalam menciptakan ia tak pernah bisa melupakan jasa-jasa orang yang telah memberi sumbangan, baik material, maupun inspirasi. Nama FX Supanji dari Djarum adalah salah satu nama yang sangat berperan besar dalam penggalian ide yang membuat dimanifestasikan dalam olah gerak.
“FX supanji bahkan mengantarkan saya sendiri ke pabrik Djarum bagaimana proses pembuatan rokok kretek. Selama dua minggu saya belajar kepada Buruh Bathil (buruh pembuat rokok kretek_red) di perusahaan Djarum”.
Dari pengamatan roses pembuatan rokok kretek inilah, ujar endang, ide dasar gerak tari kretek diciptakan “hanya saja, dalam perkembangannya menyesuaikan agar terlihat lebih indah dan selaras dengan musiknya”.
Kebahagiaan dari hasil penciptaannya atas tari kretek ini pun terlihat sudah. Antara lain dengan banyak masyarakat yang mempelajari tari kretek, bahkan tak sendikit mahasiswa dari berbagai universitas menjadikan tari kretek sebagai judul skripsinya.
Namun di tengah kebahagiaannya melihat berbagai apresiasi terhadap karya ciptanya, ia masih memendam keinginan yang belum terwujud hingga sekarang “saya akan mematenkannya. Meski saat ini masyarakat sudah mengetahui Tari Kretek sebagai karya saya. Apalagi dengan masuknya tarian ini di film Kudus Kota Kretek, ungkapnya”.
Biodata Pencipta Tari Kretek
Nama: Endang Tonny Supriyadi
TTL: Kudus 13 Januari 1961
Alamat Rumah: Jl. Buburan No 208 Barongan, Kudus  dan Jl. Gazebo raya Blok I Perum Muria Indah, Kudus
                Pendidikan terahir: Akademi Seni Tari Indonesia Yogyakarta (Tidak Tamat)
                Prestasi: Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya Kudus
                                  Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya Jateng
                 Berbagai Penghargaan dari Ikatan Model Indonesia tingkat Jateng & Nasional
Sumber: Suara Muria 10 Mei 2012  dengan gubahan seperlunya.
               priyatmaja.blogspot.com